Ingin Jadi Blogger atau Web Developer? Pakai Cloud Hosting Indonesia dari RackH Saja
Namun terlepas dari itu, kemampuan mengotak-atik dan mengelola blog ternyata memberikan berkah tersendiri bagi saya. Satu di antara yang berkesan adalah saya pernah nekat mengambil proyek pembuatan web meski saya baru belajar CMS WordPress sekenanya.
Tapi untunglah “klien” benar-benar orang yang tidak paham dengan dunia per-website-an, sehingga dia tidak neko-neko minta saya build website dari nol. Lagipula menggunakan CMS WordPress bukan hal yang hina. Banyak juga kan agensi digital yang memasarkan jasa membuat web dengan WordPress.
Setelah deal dengan harga jasanya, barulah saya selesaikan proyek itu. Hmm, saya akan beritahu Anda tentang bagaimana saya menyelesaikannya—barangkali Anda bisa mencobanya juga. Awalnya saya mengerjakannya di server lokal atau localhost, setelah itu saya beli tema premium biar tampilannya bagus. Website itu tentu tidak bisa mendekam terus di localhost, bukan? Ia butuh hosting agar bisa dilihat oleh semua orang, oleh karena itu saya pesan sebuah layanan Cloud Hosting Indonesia.
Nah, jika Anda ingin coba bisnis pembuatan website juga, atau ingin menjadi blogger, dan membutuhkan layanan hosting, saya ada beberapa tips dalam memilih layanan hosting nih. Yuk, disimak.
Tips Memilih Layanan Hosting Versi Ajopiaman
#1 Pilihlah cloud hosting daripada jenis hosting lainnya
Tahukah Anda bahwa web hosting itu banyak macamnya? Jenis yang paling umum adalah shared hosting. Itu adalah jenis hosting di mana satu server dipakai secara bersama. Shared hosting terbilang cukup murah dibanding jenis hosting lainnya namun seringkali performanya terganggu ketika beberapa situs lain di tempat yang sama menyedot lebih banyak sumber daya.
Selain dua jenis hosting di atas juga ada 2 jenis hosting lainnya yaitu virtual private server di mana pengguna diberikan server virtual khusus dan dedicated server di mana pengguna diberikan satu komputer server. Kedua jenis hosting terakhir ini memang paling baik dalam performa, tapi sayang harga sewanya mahal dan butuh kemampuan khusus dalam mengatur dan mengelolanya.
Oleh karena itu, saran terbaik saya adalah memilih layanan web hosting dengan jenis cloud hosting tadi.
#2 Perhatikan detail layanan hosting yang ditawarkan
Well, ketika pun kita sudah menemukan sebuah provider layanan cloud hosting, bukan berarti tugas kita selesai. Setelah menemukan itu, kita perlu mengetahui secara detail layanan hosting yang ditawarkan.
Lantas, apa saja yang perlu dilihat secara detail?
- Storage atau kapasitas penyimpanan yang ditawarkan
Pilihlah kapasitas penyimpanan yang cukup dengan web/blog apa yang ingin Anda bangun. Lebih lega lebih baik. - RAM atau physical memory
Semakin besar RAM dari hosting maka akan semakin cepat web/blog diproses. - Bandwith yang diizinkan
Pilihlah hosting dengan bandwith unlimited agar web/blog Anda dapat selalu diakses. - Jumlah addon dan subdomain yang dibolehkan
Sedapat mungkin, pilihlah hosting yang tidak membatasi addon dan subdomain. - Batas maksimal jumlah database
Memilih hosting dengan jumlah maksimal database yang besar juga dapat jadi pertimbangan. - Jumlah inode
Inode adalah jumlah file yang bisa diunggah ke dalam hosting, semakin besar semakin baik. - Uptime, SSL dan lainnya
Perhatikan jumlah spesifikasi lainnya, bila kurang paham, tanyalah pada yang lebih mengerti.
#3 Pastikan harganya pas di kantong
Satu tips lainnya yang tak kalah penting adalah memperhatikan harga yang diletakkan oleh provider tersebut. Pilihlah harga yang masuk akal, tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah. Kalau terlalu mahal kan tidak terjangkau kantong, kalau terlalu murah agak ragu juga kita dengan profesionalitas dari penyedia layanan itu. Analoginya seperti Anda membeli ayam goreng tepung, jika umumnya orang menjual satu potong dada ayam 10 ribu rupiah, terus ada yang jual hanya 2 ribu rupiah saja, apakah Anda mau membelinya? Atau bahkan mengkonsumsinya?
Pertimbangan harga memang tidak bisa dilepaskan dari tips memilih layanan hosting atau memilih apapun untuk dibeli, bukan?
#4 Pilih provider dengan layanan dukungan (support) yang selalu tersedia
Jika Anda adalah orang yang sudah familiar dengan dunia per-hosting-an, Anda pasti bisa mengelola layanan hosting itu, tapi bagaimana jika Anda baru saja mengenalnya? Yap, jawabannya adalah bertanya pada penyedia layanan. Memang Anda bisa bertanya pada teman atau kerabat yang paham dengan itu, tapi tentu saja mereka tidak tersedia setiap kali Anda butuh, bukan?
#5 Perhatikan testimoni dari pengguna layanan hosting tersebut
The last but not least, tips yang bisa kita gunakan dalam memilih layanan hosting adalah memperhatikan testimoni dari pengguna layanan hosting tersebut. Please, jangan percaya begitu saja dengan bahasa promosi dari yang punya bisnis, Anda perlu mengecek pengalaman pengguna. Apakah pengguna puas dengan layanan yang diberikan atau tidak.
Jika Anda kesulitan untuk menemukan itu, Anda bisa mencarinya di mesin pencaharian, di forum-forum dan sebagainya. Jika ternyata testimoni penggunanya positif, maka pilihlah hosting dari provider tersebut.
Apakah ada cara lainnya?
Ada. Anda bisa mencoba terlebih dahulu layanan hosting yang ditawarkan. Seperti beberapa waktu ini saya mencoba layanan cloud hosting Indonesia dari RackH. Provider hosting satu ini layak untuk Anda pilih. Kenapa demikian? Alasannya saya tulis di bawah ya.
Alasan Kenapa Saya Menyarankan Layanan Cloud Hosting dari RackH
Usahanya apa? Ya, termasuk beberapa tips yang saya berikan tadi.
Namun jika Anda tidak punya waktu untuk mencari dengan semua pertimbangan itu, Anda bisa mengikuti rekomendasi dari orang yang pernah menggunakan layanan tersebut. Nah, kali ini saya ingin merekomendasikan layanan cloud hosting Indonesia dari RackH. Tentu saja saya tidak merekomendasikan suatu produk atau merek tanpa alasan. Berikut alasan mengapa saya merekomendasikan layanan cloud hosting dari perusahaan IT yang berbasis di Jakarta dan Medan ini.
Harga layanan cloud hosting yang murah
Memangnya ada? Hmm, ada kok.
Meski tidak terlalu murah, tapi harga cloud hosting di RackH cukup terjangkau. Harga ini menurut saya masuk akal, rata-rata harga layanan hosting memang segitu. Untungnya, ketika Anda menyewa hosting dengan jangka yang panjang maka Anda akan mendapatkan potongan harga. Tapi, kalau mau coba dulu, Anda bisa memilih skema bulanan. Misalnya untuk Cloud Hosting Starter, biaya sewanya Rp. 30.000 per bulan
Layanan ini sangat baik, sebab kuota penyimpanan (storage) yang diberikan untuk paket Starter saja mencapai 4 GB–di tempat lain paket starter/standar hanya dibekali 0,5-1 GB penyimpanan dengan RAM dan CPU core yang lebih kecil juga.
Oh ya, jika Anda ingin mendapatkan harga yang lebih murah, Anda bisa memesan hosting di hari Jumat. Anda bisa mendapatkan diskon sebesar 50% selama berlangganan!
Cara untuk mengklaim bonus ini bisa menggunakan Live Chat atau menghubungi CS RackH via WhatsApp.
Resources yang diberikan sangat lebih dari kebutuhan
Sebagai misal Anda ingin membuat web/blog dengan WordPress, itu hanya akan menghabiskan 40-100 MB untuk pemasangan awal. Bahkan untuk blog ajopiaman.com yang sedang Anda baca ini, baru menghabiskan 800-an MB penyimpanan setelah 1 tahun lebih mengudara. Jadi, 1 GB penyimpanan pun sebenarnya cukup untuk proyek starter atau pemula, namun oleh RackH kita diberi lebih.
Selain itu, RackH juga memberikan 1 CPU Core dan 1 GB RAM meskipun di paket Starter–di mana provider lain tidak mau memberikan sumber daya setinggi itu. Dengan sumber daya yang tinggi ini, Anda tidak perlu khawatir web/blog Anda drop ketika lalu lintas atau trafik sedang padat-padatnya.
Untuk addon domain di paket Starter bisa ditambah sebanyak 2 domain lho. Ini artinya kita bisa membuat 2 web/blog lagi dengan domain berbeda.
Selain yang di atas masih ada keunggulan lainnya seperti akun email tak terbatas dan inode yang tak dihitung. Khusus soal inode ini, saya punya pengalaman yang gak enak di provider hosting lain. Di mana katanya hosting unlimited tapi inode dibatasi 50.000 saja. Terkesan gak ikhlas mereka ngasihnya. Dan untunglah di RackH, sejauh yang saya amati, jumlah inode tidak (belum) dihitung.
Hmm, saya lampirkan deh bukti tangkapan layar dari sumber daya ini biar gak dibilang hoaks pula.
Kontrol panelnya menggunakan cPanel
Kenaikan harga lisensi cPanel ini tidak tanggung-tanggung, sebuah sumber mengatakan bahwa persentase kenaikannya mencapai 800% lebih. Alhasil berbagai provider hosting mengganti kontrol panel bawaan untuk paket hosting standar atau starter mereka dengan layanan selain cPanel yang lebih murah.
Nah, beruntung banget ketika tahu RackH menggunakan cPanel bahkan untuk paket hosting standar atau starter mereka.
Anda cukup membayar Rp. 30.000 rupiah per bulan (lebih murah jika disewa 1 atau 2 tahun langsung) maka Anda akan mendapatkan layanan hosting dengan ruang penyimpanan yang lega banget dan tentu saja sumber daya yang mumpuni dengan kontrol panel cPanel.
Customer service dan support yang responsif dan selalu tersedia
Hebatnya mereka selalu responsif menjawab setiap pertanyaan saya. Mulai dari saat menanya soal konfirmasi pembayaran hingga bertanya tentang kendala teknis yang saya temukan saat menggunakan layanan hostingnya.
Untuk costumer service dapat dihubungi dengan mudah melalui Live Chat di laman web RackH, atau bisa juga melalui pesan WhatsApp yang dapat diperoleh di laman web mereka. Namun ketika ingin menghubungi tim support, Anda bisa mengirimkan email atau membuat tiket langsung di member area setelah berhasil login.
Konon kata tim support-nya, paket starter dulunya hanya dibekali 1 GB ruang penyimpanan, namun sekarang ditambah menjadi 4 GB. Wah, baik banget ya. Dengan ruang penyimpanan yang 4 kali lipat lebih besar itu kita bisa mengunggah lebih banyak berkas multimedia ke web/blog.
Nah, ketika menggunakan layanan hosting dari RackH, Anda tidak perlu khawatir jika menemukan masalah. Customer service dan support sangat bisa diandalkan dalam 24/7/365 hari.
Testimonial positif dari para pengguna dan dipercaya brand ternama
“Hah, memang RackH ada layanan hosting gratis?”
Ada dong, layanan hosting gratis RackH ini ditujukan untuk para blogger, freelancer, webmaster atau siapa saja yang membutuhkan. Selain itu RackH juga memberikan hosting gratis untuk rumah ibadah, panti sosial dan organisasi non-profit lainnya. Tidak tertutup pula bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin belajar membuat website atau untuk tugas sekolah/kuliah.
Selain testimonial positif dari pengguna, layanan RackH juga dipercayai oleh berbagai brand ternama lho. Sebut saja BMKG, Auto2000, Aqua, Yamaha, NET dan sebagainya.
Dengan ini, tentu Anda sudah punya cukup alasan untuk memilih layanan Cloud Hosting Indonesia dari RackH, bukan?
Rangkuman testimonial dari beberapa pengguna layanan RackH
Untuk keamanan website kita juga tidak perlu khawatir karena fitur keamanan sudah disematkan di layanan hosting. Fitur keamanan itu seperti antivirus gratis, ModSec Website Firewall, hingga backup rutin (bisa mingguan dan harian). Intinya, layanan cloud hosting dari RackH layak untuk Anda pilih. Pun jika Anda membutuhkan layanan lain, RackH juga menyediakan layanan cloud server, dedicated server dan colocation server.
Wujudkan Mimpi Jadi Blogger dan Web Developer Handal Bersama RackH
Dimulainya Revolusi Industri 4.0 sebagai pertanda berkembang pesatnya dunia digital membuat berbagai profesi semakin diminati. Salah dua dari profesi itu adalah blogger dan web developer. Konon, orang-orang dengan 2 profesi ini bisa menghasilkan uang hingga ratusan juta rupiah setiap tahunnya meskipun tidak keluar rumah.
Hei, jutaan orang bahkan tidak menyadari…
“Sepertinya kalimat terakhir itu seperti sebuah lelucon yang sudah basi.”
Eh, maaf. Tapi terlepas dari itu, baik ketika menjadi bogger ataupun web developer, Anda akan berkenalan atau bahkan berteman akrab dengan yang namanya hosting tadi. Tapi perlu diingat, agar jalan kita menjadi blogger dan web developer lancar, kita perlu memilih mitra penyedia layanan hosting yang handal. Dan sekarang Anda tidak perlu cemas, sebab ada RackH yang siap menjadi mitra kita dalam berproses menjadi blogger dan web developer handal itu.
Caranya bagaimana? Ya, tentu saja dengan memulainya. Mulailah membuat sebuah web/blog sederhana dengan layanan cloud hosting dari RackH. Pilihlah paket yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bahkan Anda bisa mencoba hosting gratis RackH dulu untuk belajar.
“Terus, kenapa Ajo justru langsung beli/sewa yang berbayarnya?”
Jawabannya sederhana, yaitu karena saya ingin sumber daya yang lebih.
By the way, saya sudah mencoba membuat blog dengan cloud hosting dari RackH lho. Jika Anda ingin melihatnya, Anda bisa mengeklik gambar abang-abang dengan baju berlogo RackH di bawah ini.
Nah, saya sudah mencoba layanan cloud hosting dari RackH dan puas dengan sumber daya serta performanya. Bagaimana dengan Anda?[]
Catatan:
Logo, tangkapan layar, dan informasi mengenai layanan RackH diperoleh dari situs resmi RackH di Rackh.com dan Rackh.co.id.
Infografis diolah secara pribadi oleh penulis dengan sumber gambar yang legal.
Artikel review ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi setelah mencoba terlebih dahulu layanan yang ditawarkan oleh RackH.
Wah boleh dicoba tuh mas. Hanya saja sebagai blogger pemula saya harus terus belajar untuk bisa mencapai tahap ini. Sekarang aja baru bisa komentar di akun teman-teman.
Semangat Mbak, berangsur-angsur dulu, kalau sudah siap untuk migrasi dari blogger ke blog self-hosted, bisa cari layanan hostingnya 🙂
Sama, saya juga baru. Masi harus blajar lagi. Dah faham yg skrg tar cari plus minus and gijrah ke yg lain sesuaikan kebutuhan hehe
Sepertinya worth it banget mas kalau dilihat dari harga dan fasilitas yg didapet. Kalau transfer hosting gimana ya?
Kalau transfer hosting bisa dibantu sama tim support RackH, Mbak. Untuk yang mau transfer, dapat diskon 50%
wahahaha. Starter dapat 4 GB euy… aku barusan abis perpanjangan bulan Januari kmrn. Sepertinya sehabis kontrak yg ini selesai, saya akan mempertimbngkan pindah deh. Semoga layanan ini lebih yahuud.
Saya baru 3 tahunan ngeblog, gak tau kenapa kapasitas hosting 2 GB udah hampir penuh. Padahal ada yg lebih lama tapi pemakaian gak sampai segitu. Mau ganti penyedia hosting nih, tapi masih mikir. Apa nanti gak repot pindahannya. Takut ada yg ketinggalan atau malah ilang
Kalau pindahan hosting di RackH dibantu sama teknisinya di situ, ada diskon 50% juga. Soal yang cepat penuh itu, mungkin ada file backup yang sudah menumpuk Mbak, atau file multimedia yang pernah diupload menguras penyimpanan, banyak faktor sih sebenarnya
Saya baru setahun beli domain sendiri. Akhir april ini akan berakhir masa setahunnya dan saya berencana untuk membeli hosting dengan ganti platform. Kayaknya RackH bisa jadi pilihan provider yang tepat. (Devi)
Iya Mbak, semoga rencananya bisa berjalan lancar dan terwujud ya. Memang platform WP lebih banyak keunggulannya
Keren mas.. memang kalo cloud hosting memang lebih mantap apalagi dari RackH. Layanan Provider Internet Terbaik RackH juga Tanpa Kuota dan Unlimited
Wah, layanan internet RackH juga unlimited ya Mas, keren..
Wah aku blm mengerti banyak nie mengenai dunia web, maklum newbie banget tp dah nekad pakai Self hosted dan aku beli jg ga melihat kapasitasnya secara seksama, tapi hargaku sama dehh 370k gitu apa aku ganti atau gimana ya blm setahun sie. Membuat galau pindah nie karena artikel ini wkwkwk
Sebagai blogger yang sangat awam di dunia per-website-an, saya gak bisa mengandalkan apa-apa selain bacain testimoninya. Setelah itu full saya serahkan ke yg ahlinya. Hahaha. Saya tadi baca semua testimoninya, bagus-bagus yaaa, dan pelanggannya gak main-main ya. Keren uda.
Iya Uni, terima kasih atas apresiasinya.
Saya pun juga gitu, kalau gak baca testimoni pengguna macam beli kucing dalam karung.
Wah kok bisa sih, baru setahun hanya memakan kapasitas 800Mb. Irit banget. Cloud hosting aku baru tahu sedikit nih. Banyak yg nyaranin, kalau sewa hosting yg cloud hosting. Tetapi temanku pakai cloud hosting, malah kita kalau bw, bukanya koq lama ya ke blog dia. Jadi males gitu nungguin kebuka…Rp30.000/bulan, setahun 360ribu. Lebih murah dong ya. Yg lain rata-rata 700an uy…
Iya Mbak, dioptimasi blognya, tema dan plugin dipilih-pilih dan kelola file backup. Dan memang cloud hosting ini bisa bermasalah kalau servernya gak tepat, misalnya kalau kita di Indonesia pakai server Indonesia saja, kalau pakai yang luar negeri bisa bikin loading blog lama. Kalau RackH ini data center atau servernya di Indonesia
Jenis layanannya banyaknya. Sayangnya blog saya sudah migrasi ke self-hosted, dan belum berencana pindah… Kalau ada rencana pindah mungkin bisa jadi pertimbangan..
wah sepertinya sy akan pindah ke cloud hosting ini nih..murah ya setahun 360k..btw itu server nya di Indonesia ya kak?
Iya Mbak, servernya di Indonesia. Bisa tanya-tanya dulu kok dengan tim RackH-nya
Keren juga nih, RackH. Kasih hosting gratis buat panti sosial sama organisasi nirlaba. Suka deh kalo ada perusahaan punya kepedulian tinggi
Kalau mbak atau kenalan butuh, bisa dicoba tuh mbak hostingan gratisnya dulu. Kalau gak cukup bisa sewa yang berbayar sih, hhe
Waah keren pengalaman masnya, bikinin website sampai 2,5 juta 🙂 Wah RackH ini keren sih yaa fasilitas-fasilitasnya. Eh ada hosting gratis juga. Aku pengen sih punya blog yang hostingnya misah, tapi masih dalam pertimbangan 🙂
Memang mesti dipertimbangkan dengan baik ya Mbak. Soalnya itu tergantung pilihan pribadi juga, mau blog self hosted atau gak. Yang penting blognya dirawat 😀
Saya newbie sebagai bloggger, masih bingung dengan berbagai macam layanan hosting yang banyak tersebar iklannya di sosial media. khususnya bagian layanan customer service, ternyata seperti Mas katakan Layanan RackH bagus, perlu dipertimbangkan juga untuk dicoba layanan Hosting RackH.
Iya Mbak, memang banyak provider layanan hosting, cuma kalau mau kenalan dan tanya-tanya soal RackH, bisa ke webnya langsung. CS nya responsif kok 🙂
Tentu lebih memilih yang lebih murah sih kalau melihat harga, bener ga
Saya pertama kalinya ini denger provider RackH ini, jadi nambah nih pengetahuan tentang penyedia cloud hosting Indonesia. Sepertinya bagus ya ini dan layanan serta fiturnya juga lengkap. Untuk tips di artikel ini bisa juga diterapkan ketika hendak memutuskan pakai could hosting mana yang mau dipilih. Makasi sudah berbagi inspirasi ya
Mantap bang
Duh duh kok aku jadi pengen migrasi ke Rackh ya, diskspacenya besar. Cocoklah buat aku yang suka upload banyak gambar di blog
Bookmarked dulu artikelnya untuk modal migrasi. Kayaknya bisa jdi pertimbangan nih si Rackh